SEKILAS INFO
  • 1 bulan yang lalu / Pembangunan Website Masjid Aminatul Jannah sudah dimulai, Bismillah… semoga diberikan kelancaran
WAKTU :

Keutamaan Membaca Ayat Kursi di Malam Tahun Baru Islam

Terbit 19 September 2020 | Oleh : admin | Kategori : Belajar
Keutamaan Membaca Ayat Kursi di Malam Tahun Baru Islam

TAHUN Hijriyah yang dihitung berdasarkan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dari Makkah ke Madinah, menjadi tahun penting bagi umat Islam seluruh dunia. Penamaan bulan dari Muharram sampai Dzulhijjah, memiliki keistimewaan tersendiri di dalamnya.

Dalam khazanah kebudayaan di Indonesia, tahun baru Hijriah yang diawali dengan bulan Muharram, kerap disebut dengan bulan Suro.

Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, KH Abdul Ghofur menjelaskan, terdapat amalan penting yang bisa diamalkan di malam 1 Muharram Hijriah. Salah satunya ialah membaca Ayat Kursi.

“Dalam keseharian, kita harus pandai memilih-milih doa. Ada doa yang dipanjatkan karena Allah, ada yang karena mengharap surga, mengharap ganjaran dan mengharapkan keselamatan di dunia. Hal ini tergambar jelas dalam doa yang sering kita lantunkan ربنا اتنا فيالدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار,” ucapnya, dikutip dari channel YouTube, Tim Creative Persada, Rabu (19/8/2020).

Doa tersebut memiliki arti “Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Serta selamatkanlah kami dari siksa api neraka,”.

Selain itu lanjut Kiai Ghofur, dalam kitab Mujarobat Ad-Dairobi disebutkan keutamaan membaca Ayat Kursi sebanyak hitungan hari dalam satu tahun, yaitu 360 kali bacaan. Dianjurkan untuk dibaca sehabis Magrib sampai bakda subuh di awal bulan Muharram.

“Membaca Ayat Kursi ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah kecelakaan dan musibah selama satu tahun. Hal ini mengingatkan kita pada peristiwa ketika iblis melakukan suatu ikrar atau janji kepada Allah Ta’ala bahwa dia akan menyesatkan umat manusia sampai akhir zaman,” pungkasnya.

SebelumnyaBuya Yahya: Amalan di Bulan Muharram Harus Bersandar pada Hadits Shahih

Tausiyah Lainnya